Branding The Nation

Devis Advertising boasts an expansive nationwide presence, curating a portfolio of more than 1.000 strategically located

outdoor media assets, each designed to capture attention, that blanket the entire Indonesian landscape.

Memahami Manfaat Iklan Pop Up dalam Strategi Bisnis

Sebagai pengguna internet Anda pernah menemukan iklan pop up ketika sedang web-surfing? yuk kenali manfaatnya dalam bisnis. 

Iklan pop up biasanya menampilkan suatu produk atau layanan jasa dari suatu perusahaan. Pengguna internet bisa mengunjungi situs halaman tertentu ketika dia mengklik tampilan iklan tersebut. Tampilan Iklan pop up berupa jendela kecil, banner, bahkan bisa tampil secara fullscreen.

Selain itu, iklan jenis ini juga bisa muncul di atas konten sebuah situs web. Muncul secara tiba-tiba, iklan pop up langsung dilihat dan diperhatikan oleh pengguna internet serta dibuat dengan matang agar tetap relevan dengan fungsionalitas situs.

Iklan pop up begitu menarik pengguna karena kemunculannya biasanya akan menutupi halaman situs yang sedang diakses pengguna. Keadaan tersebut pun membuat pengguna harus berhenti sejenak untuk kemudian menggeser, menutup atau mengklik tampilan iklan yang muncul.

Tidak hanya lewat komputer, iklan pop up juga bisa muncul tiba-tiba ketika pengguna internet mengakses situs web lewat smartphone atau tablet. Oleh sebab itu, jenis iklan ini bisa menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan yang tengah gencar memasarkan produknya.

Lewat iklan jenis ini, pihak perusahaan suatu produk atau jasa juga dapat berinteraksi dengan pengguna internet yang bisa saja menjadi calon konsumen. Satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika ingin memasang iklan jenis ini adalah tidak sedikit pengguna yang merasa terganggu dengan tampilan iklan karena menutup konten situs yang dikunjungi. Meski demikian bukan berarti iklan ini tidak memiliki fungsi.

Berikut fungsi iklan pop up dalam strategi bisnis;

1. Meningkatkan brand awareness

Iklan jenis ini dapat meningkat brand awareness karena bisa muncul di berbagai kalangan yang bisa saja potensial. Ketika banyak orang yang mulai mengetahui produk yang diiklankan tersebut, ada kemungkinan juga terjadi pembelian.

Hal ini bisa dimanfaatkan perusahaan dengan menampilkan tawaran khusus seperti diskon atau promosi menarik lainnya. Dengan demikian akan semakin banyak calon konsumen yang tertarik dengan produk yang diiklankan tersebut.

2. Menjangkau audiens sesuai target 

Pihak perusahaan bisa memasang iklan jenis ini di situs web yang relevan dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Hal tersebut membuat iklan yang dipasang bisa menjangkau audiens yang tepat.

Selain itu karena mencapai target audiens dengan lebih efektif dan efisien, pemasangan iklan ini juga dapat memperkuat strategi pemasaran perusahaan. Hal tersebut pastinya meningkatkan penjualan produk atau layanan jasa.

3. Mendapat feedback dari konsumen dengan mudah

Pihak perusahaan bisa mendesain iklan disertai dengan halaman kritik dan saran, sehingga konsumen dapat menghubungi pihak perusahaan dengan mudah jika memiliki pertanyaan atau keluhan. Dengan cara ini, pihak perusahaan dapat dengan cepat mengukur bagaimana perasaan konsumen terhadap produk atau layanan.

Selain itu, pihak perusahaan juga dapat membuat iklan dengan personalisasi pengalaman pengguna dengan mengirimkan pesan tentang apa yang ingin pihak perusahaan tawarkan dan rekomendasikan. Berikan opsi yang dapat diklik dan benar-benar pengguna internet butuhkan.

Mengenal Guerilla Marketing, Contoh, dan Manfaatnya

Guerilla marketing menjadi taktik pemasaran yang bisa membuat konsumen terkejut dan berpengaruh signifikan pada perkembangan bisnis.

 

Guerilla marketing adalah strategi marketing dengan mengandalkan pendekatan berupa kejutan kepada konsumen secara langsung. Disebut kejutan karena memang karena strategi marketing yang dilakukan mengacu pada penggunaan interaksi yang mengejutkan.

Strategi guerilla marketing terbilang efektif dalam mempromosikan produk kepada audiens. Berbeda dari cara periklanan pada umumnya, guerilla marketing bergantung pada interaksi yang berkualitas antara perusahaan dan audiens.

Selain itu, strategi marketing ini lebih mengandalkan kelompok promotor yang nantinya bertanggung jawab dalam mempromosikan produk di lokasi tertentu. Kunci dari strategi ini adalah kreativitas  dan mampu memahami emosi target konsumen.

Salah satu penerapan guerilla marketing adalah dengan melakukan promosi di tempat ramai. Contohnya, jika produk yang dipasarkan menyasar anak muda, maka pemasaran atau promosi bisa dilakukan di tempat konser, festival, acara olahraga, dan acara-acara besar lainnya.

Contoh lainnya bisa dengan menerapkan outdoor guerilla marketing. Teknik ini dilakukan ruang publik, seperti area stasiun atau pusat hiburan, dengan cara pihak perusahaan menaruh alat promosi di sekitarnya seperti stiker atau billboard yang mengandung konten menarik atau relevan.

Guerilla marketing juga memiliki banyak manfaat, di antaranya;

1. Biaya iklan lebih murah

Banyak perusahaan yang menggunakan strategi ini karena biaya iklannya yang cukup murah dibandingkan dengan strategi lainnya. Hal tersebut dikarenakan perusahaan cukup mengandalkan cara-cara kreatif dan menggugah banyak audiens.

Meskipun memang ide-ide terbaik biasanya memerlukan investasi waktu, kreativitas, dan imajinasi, namun iklan tersebut tidak harus mahal. Banyak iklan kreatif yang cukup simpel, namun murah dan efektif.

2. Meningkatkan brand awareness dengan mudah

Tidak seperti strategi marketing lainnya, strategi yang satu ini sangat bergantung pada penyebaran informasi dari mulut ke mulut, yang mana pesan menyebar lebih cepat. Hasilnya, brand awareness akan meningkat karena informasi yang tersebar juga lebih cepat.

Selain itu dengan penyebaran dari mulut ke mulut, ada kemungkinan juga orang yang mendengar informasinya tertarik dengan iklan tersebut atau bahkan langsung tertarik dengan produknya. Alhasil baik iklan maupun produk bisa saja viral di kalangan luas.

3. Memberikan kesan

Menerapkan strategi marketing ini pada dasarnya membuat masyarakat luas mudah mengingat iklan atau produk yang diiklankan. Artinya, hal tersebut bisa saja memberi kesan abadi pada calon konsumen. Dengan melakukan strategi marketing ini, konsumen dibuat merasa kagum, terkesan, dan ingin mempelajari lebih lanjut tentang produk atau layanan yang diiklankan.

4. Kesempatan membangun partnership

Strategi pemasaran ini cukup mengandalkan situasi sehari-hari untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, pihak perusahaan akan sering berkolaborasi dengan pihak bisnis lainnya atau suatu organisasi untuk menjalankan campaign, baik itu dengan melakukan promosi di kedai kopi, kampus, atau pusat publik lainnya.

Pihak perusahaan dapat membangun kemitraan dengan pihak lainnya yang nantinya bersama-sama menargetkan audiens yang sesuai harapan dan promosi dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Tips Meningkatkan Customer Engagement Bisnis

Menjadi aspek penting di era digital, customer engagement bisa menjadi kunci dalam perkembangan bisnis  jangka panjang.

Customer engagement adalah hubungan antara produsen dan konsumen, di mana nantinya ada keterikatan konsumen untuk terus memilih produk atau layanan jasa suatu perusahaan secara berkala. Artinya, seorang pebisnis harus memahami dengan baik customer engagement agar hubungannya dengan konsumen bisa berjalan lancar.

Ketika memahami soal customer engagement, bukan hanya tentang pelayanan. Namun juga harus memahami kebutuhan konsumen, memberikan pengalaman baik, dan bisa memberikan nilai tambah produk.

Selain itu, customer engagement juga penting agar pihak produsen atau perusahaan bisa berhubungan dengan konsumen dalam waktu jangka panjang. Dengan demikian, perusahaan memiliki konsumen loyal yang tidak hanya membeli produk atau layanan, bahkan bisa menjadi advokat merek dan meningkatkan brand awareness.

Namun agar hal-hal tersebut terjadi, ada baiknya pihak perusahaan terlebih dahulu mencari informasi terkait kebutuhan konsumen dalam menerapkan customer engagement. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan konsumen turut berkembang.

Nantinya, ketika sudah mengetahui kebutuhan konsumen, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan produk atau layanan terbaik kepada para konsumen. Hubungan kuat antara perusahaan dan konsumen juga membangun komunitas aktif yang diharapkan bisa membuat perusahaan mencapai pertumbuhan dan unggul di pasar yang setiap harinya semakin kompetitif.

Berikut tips meningkatkan customer engagement.

1. Buat konten media sosial yang relevan

Di era kemajuan teknologi ini, penggunaan media sosial bukan lagi hal asing. Hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana membuat konten yang terus relevan terhadap keadaan konsumen. Agar konten yang dibuat tetap relevan, kenali segmen konsumen dan kembangkan konten sesuai kebutuhan dan minat mereka. Konten yang dibuat bisa berupa video, infografis, artikel atau konten lainnya yang bermanfaat.

2. Buat inovasi produk sesuai kebutuhan konsumen

Pihak perusahaan bisa membuat review dari konsumen sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan inovasi produk. Hal tersebut dikarenakan nantinya inovasi yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan konsumen. Cara ini juga membuat konsumen akan terus terlibat dan meningkatkan customer engagement. Konsumen akan melihat pihak perusahaan responsif terhadap masukan mereka dan benar-benar peduli.

3. Beri konsumen penawaran menarik

Pihak perusahaan bisa menawarkan promo atau hadiah kepada konsumen dalam waktu-waktu tertentu. Contohnya ketika momen spesial seperti Idul Adha atau Natal, bahkan yang lebih populer lainnya yaitu diskon tanggal kembar. Tawaran tersebut bisa dilakukan dengan mengirimkan pesan lewat email, website, atau akun media sosial. Hal ini akan membuat konsumen merasa lebih dihargai dan mereka akan nyaman berinteraksi dengan pihak perusahaan.

4. Beri pengalaman yang dipersonalisasi

Cara lain yang bisa dilakukan untuk membangun keterlibatan konsumen adalah dengan memberi pengalaman yang dipersonalisasi. Salah satu caranya dengan bertanya bagaimana pengalaman mereka dan apa kritik-saran dari mereka. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan software yang secara otomatis menanyakan para konsumen terkait pengalamannya. Pihak perusahaan juga dapat memberi rekomendasi berdasarkan pembelian sebelumnya atau riwayat pencarian.

Apa Itu Programmatic Ads? Manfaat, dan Cara Kerjanya

Pemasangan iklan dalam dunia bisnis bukan hal asing, salah satunya dengan memanfaatkan programmatic ads yang kian populer.

Programmatic ads adalah cara untuk menayangkan iklan secara otomatis dan tidak melibatkan pihak ketiga secara langsung. Programmatic ads bisa menjadi cara yang efektif dalam memasarkan produk atau jasa layanan secara daring.

Dengan programmatic ads, pihak perusahaan bisa menampilkan iklan kepada audiens yang relevan, sehingga biaya periklanan yang dikeluarkan pun bisa dimanfaatkan lebih optimal. Cara kerja programmatic ads di antaranya adalah dengan menyesuaikan usia target pasar, misalnya jika menyasar usia 20-25, maka iklan hanya muncul di media sosial atau laman target usia tersebut.

Selain itu dalam penggunaan programmatic ads, melibatkan algoritma dan kecerdasan buatan (AI) untuk memilih waktu terbaik dan tempat terbaik untuk menayangkan iklan dan menyesuaikan preferensi pengiklan dan preferensi pengguna.

Karena memanfaatkan teknologi, iklan dapat ditampilkan secara real-time. Data yang diperoleh selama iklan dipasang dapat dimanfaatkan sebagai bahan riset preferensi audiens, identifikasi tren, dan perilaku konsumen.

Bahan riset tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengaturan strategi iklan secara efektif. Hal ini tentu memungkinkan pihak perusahaan sebagai pemasang iklan untuk menghadapi perubahan pasar dengan lebih responsif.

Programmatic ads juga memiliki beberapa manfaat yaitu;

1. Lebih fleksibel

Cara pemasangan iklan tersebut lebih fleksibel karena lebih mudah dalam pengelolaan. Pemasang iklan dapat mengatur, mengubah, bahkan menghentikan iklan sesuai kebutuhan dan tujuan bisnis perusahaan.

Selain itu, pemasangan iklan ini juga bisa dilakukan oleh bisnis kecil maupun besar. Data yang diperoleh dari kampanye iklan juga mudah dianalisis dan ditingkatkan, serta dapat disesuaikan dengan berbagai skala kampanye iklan.

Pemasang iklan juga memiliki berbagai pilihan iklan apa yang ingin ditampilkan contohnya display ads, video ads, bahkan native ads. Cara pemasangan iklan ini mendukung berbagai sisi kreatif perusahaan.

2. Menyasar audiens yang tepat

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, karena memanfaatkan data dan teknologi yang canggih, perusahaan selaku pemasang iklan dapat menyasar langsung audiens yang paling relevan untuk produk atau layanan mereka.

Pihak perusahaan bisa secara detail menyasar lokasi geografis, demografi, perilaku, dan minat secara daring. Keadaan inin tentunya bisa meningkatkan efektivitas iklan dan menghindari pemborosan akibat iklan yang tidak relevan.

3. Dapat memberi data secara akurat

Program iklan ini juga bisa menyediakan data analisis kinerja secara real-time. Hal tersebut memungkinkan pihak pemasang iklan melihat apakah iklan yang dipasang sudah efektif dan bisa menyesuaikan strategi dengan cepat.

4. Menjangkau audiens lebih luas

Jenis pemasangan iklan seperti ini juga membantu perusahaan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Hal tersebut dikarenakan perusahaan bisa memasang iklan lewat berbagai saluran daring. Oleh sebab itu, perusahaan juga dapat menjangkau audiens mereka melalui berbagai perangkat seperti smartphone, komputer, hingga tablet.

Panduan Membangun Branding yang Kuat

Untuk menciptakan dan mempertahankan citra produk di mata konsumen, branding sangat diperlukan dalam sebuah bisnis.  

 

Selain berperan sebagai daya tarik, branding merupakan proses mengembangkan, memperkuat serta mempertahankan karakter khusus perusahaan sehingga konsumen dapat dengan mudah mengenal dan mengingat suatu merek.

 

Membuat brand tetap eksis sepanjang zaman adalah suatu keharusan agar produk bisa bertahan dalam jangka panjang dan tak kalah dari kompetitor ataupun pesaing baru yang bermunculan. Namun sayangnya, sebagian pebisnis masih ada yang belum mengetahui bagaimana cara membangun branding yang kuat.

 

Berikut cara membangun branding yang kuat dan terkenal

 

1. Menentukan identitas merek

 

Hal utama yang harus dilakukan yakni dengan menentukan visi perusahaan agar strategi yang dilakukan nantinya lebih tepat. Setelah itu, perusahaan pun akan langsung membuat logo, slogan, hingga desain untuk menjadi identitas merek agar semakin dikenal masyarakat secara luas.

 

2. Menentukan target pasar

 

Langkah selanjutnya perusahaan juga harus menentukan target pasar agar goals yang ingin dicapai bisa terwujud. Cara ini bisa dilakukan dengan riset, analisis maupun observasi, sehingga perusahaan bisa mengetahui kompetitor apa saja yang ada di pasar.

 

3. Memaksimalkan media periklanan

 

Dalam mengenalkan produk kepada konsumen, media periklanan merupakan salah satu cara yang efektif dan efisien. Jenis media periklanan pun cukup beragam, baik secara online maupun offline. Secara offline, perusahaan bisa menggunakan billboard, neon box, videotron, baliho, spanduk, dan lainnya. Sedangkan secara online bisa menggunakan website serta media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, TikTok dan lainnya.

 

Jika ingin lebih maksimal, Anda juga bisa mengolaborasikan kedua jenis periklanan tersebut agar identitas merek lebih cepat dikenal oleh masyaralat.

 

4. Konsistensi

 

Ingat! konsistensi sangat dibutuhkan dalam membangun branding. Jika promosi hanya dilakukan di awal saja maka hal itu akan sia-sia karena akan mudah dilupakan. Beda halnya ketika perusahaan melakukan itu secara berkala dan sudah mempunyai timeline yang jelas dalam melakukan branding.

 

Sebut saja beberapa merek ternama seperti minuman Coca-Cola yang selalu melakukan promosi secara berkala, baik itu dalam menggunakan media periklanan, hingga terus melakukan inovasi baik dalam kemasan maupun desain merek sehingga konsumen selalu mengingat brand besar tersebut.

 

5. Evaluasi

 

Evaluasi merupakan langkah yang tak boleh terlewatkan. Perusahaan harus melakukan evaluasi agar bisa mengetahui apa saja yang harus diperbaiki sehingga branding yang mencapai hasil yang diingkan.

 

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Pemasaran Offline?

Tak hanya meningkatkan brand awareness dan angka penjualan, pemasaran offline juga dapat membangun kedekatan dengan konsumen potensial.  

 

Meski pemasaran online kini menjadi strategi marketing yang paling populer dan paling dimintai, namun pemasaran offline masih menjadi pilihan para pebisnis dalam mempromosikan produk mereka.

 

Pemasaran offline merupakan strategi penjualan dengan memasarkan produk secara langsung kepada konsumen. Tak hanya untuk pebisnis pemula, cara ini juga kerap dilakukan oleh perusahaan ternama.

 

Car advertising menjadi media yang kerap digunakan oleh beberapa perusahaan dalam pemasaran offline mereka, Adapun cara lain yang digunakan oleh perusahaan atau brand ternama dengan memasang plang, spanduk, billboard dan lainnya pada toko offline.

 

Langkah ini tak hanya meningkatkan brand awareness dan angka penjualan, tapi juga membangun kedekatan dengan konsumen potensial. Keuntungan tersebut pastinya bisa menjadi investasi jangka panjang bagi perusahaan. 

 

Jika Anda tertarik menggunakan strategi ini, maka Anda dapat mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan pemasaran offline. 

 

Kelebihan pemasaran offline

 

1. Interaksi langsung dengan konsumen

 

Keunggulan pertama yang bisa dirasakan langsung dengan jenis pemasaran ini adalah dapat berinteraksi langsung dengan konsumen. Dari interaksi ketika memberikan brosur misalnya, penjual bisa memahami jelas bagaimana respon konsumen atas produk yang ditawarkan. Dari cara ini pula, Anda bisa melakukan analisis pasar terkait apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh konsumen.

 

2. Tercapainya target penjualan

 

Keuntungan lain yang akan didapatkan oleh pebisnis adalah tercapainya target penjualan. Pasalnya, konsumen yang melihat produk secara langsung kemungkinan besar membeli lebih dari satu produk.

 

3. Menjadi incaran konsumen

 

Memasang periklanan konvensional pada toko offline biasanya akan menjadi incaran para influencer untuk me-review produk yang ditawarkan. Contohnya saja produk makanan. Hal ini jelas memberikan keuntungan bagi pebisnis, terlebih jika konten yang dipublikasikan oleh influnecer menjadi viral maka produk Anda pun akan menjadi incaran konsumen.

 

Kekurangan pemasaran offline

 

Meski memiliki banyak keuntungan, namun pemasaran langsung juga tetap memilki beberapa kekurangan yang harus diketahui para pebisnis.

 

Pertama adalah persaingan bisnis yang cukup ketat, di mana pebisnis harus cermat dalam memilih media periklanan yang tepat agar mampu menarik perhatian konsumen. Kedua adalah interaksi yang terbatas sehingga terkadang feedback yang dihasilkan tidak optimal. Ketiga adalah target audiens yang juga terbatas, pasalnya cara ini memang tak seluas dan secepat marketing secara online.

 

Akan tetapi kekurangan tersebut tak seberapa jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan. Jika Anda ingin jauh lebih maksimal, maka Anda bisa menggunakan jasa periklanan profesional Devis Advertising yang berpengalaman dalam memasang iklan brand-brand ternama di Tanah Air.  

 

Apa itu Display Advertising, Manfaat, dan Contohnya

Seiring berjalannya waktu, banyak iklan digital yang bisa menjadi pilihan, salah satunya adalah display advertising.

 

Display advertising adalah iklan digital berbentuk gambar atau video. Iklan ini biasanya muncul ketika seseorang mengunjungi sebuah situs atau aplikasi smartphone. Halaman web yang dipilih pun masih relevan dengan isi dari iklan tersebut.

 

Seperti iklan pada umumnya, display advertising memiliki tujuan untuk mengiklankan suatu produk atau layanan jasa. Nantinya pengguna internet dapat mengklik iklan tersebut untuk melihat berbagai tawarannya.

 

Display advertising bisa menarik perhatian audiens melalui visualnya yang menarik. Selain itu, biaya untuk iklan ini termasuk murah dan dapat mengukur pencapaian target dengan mudah. Hal tersebut yang membuat jenis periklanan satu ini sangat disarankan dan salah satu kunci sukses untuk mempromosikan produk di media digital.

 

Perusahaan juga bisa memanfaatkan iklan digital ini untuk menuangkan kreativitasnya. Hal tersebut dikarenakan iklan ini juga mengunggulkan copy yang menarik dan dipastikan relevan dengan audiens.

 

Selain itu, perusahaan atau pebisnis bisa memilih mau seperti apa bentuk dari display advertising yang mereka kehendaki. Ada yang berupa banner, iklan berukuran penuh atau interstitial ads, atau video ads.

 

Adapun beberapa keuntungan display advertising;

 

1. Membangun brand awareness

 

Salah satu keuntungan menggunakan jenis iklan ini adalah bisa menjadi media untuk membangun brand awareness, yang merupakan tahap pertama dalam pengenalan suatu produk kepada konsumen.

 

Selain itu, brand awareness juga akan meningkatkan reputasi perusahaan atau produk. Sehingga nantinya menciptakan konsumen loyal dan akan terus menggunakan produknya.

 

2. Menjangkau audiens sesuai target

 

Dengan display ads, perusahaan atau pemilik bisnis bisa menargetkan audiens kalangan apa yang bisa melihat iklannya. Audiensnya bisa ditentukan berdasarkan usia, gender bahkan minat. Karena jenis iklan ini bersifat interaktif, maka akan meningkatkan interaksi konsumen dan perusahaan. Hal ini tentu menaikkan loyalitas konsumen.

 

3. Terlihat profesional

 

Di era modern seperti ini, banyak orang yang lebih memperhatikan layar digital. Ketika ada perusahaan yang memasang iklan digital, maka akan dinilai profesional dan mau mengikuti zaman.

 

Selain itu, memasang iklan di internet juga tidak gratis. Oleh sebab itu, profesionalitas sebuah perusahaan terlihat dari sini. Hal menguntungkan lainnya adalah karena iklan ini bisa dipasang di situs populer maupun tidak, tingkat peluang dilihat banyak audiens juga semakin tinggi.

 

4. Mudah diukur perkembangannya

 

Keuntungan iklan ini adalah mudah diukur perkembangannya. Pihak perusahaan bisa mengetahui berapa banyak orang yang mengklik iklan miliknya, berapa banyak orang yang melihatnya, bahkan jumlah orang yang melakukan tindakan sesuai yang diharapkan.

 

Jumlah orang yang mengklik atau melihat iklan juga bisa menjadi bahan evaluasi berkala. Evaluasi berkala penting dilakukan untuk mengoptimalkan iklan yang akan dipasang berikutnya.

4 Strategi Tepat untuk Memperluas Pangsa Pasar

Memperkuat hubungan dengan konsumen bisa menjadi salah satu cara dalam meningkatkan pangsa pasar yang berdampak pada angka penjualan.

 

Perusahaan atau pebisnis tentu sudah tidak asing dengan istilah pangsa pasar. Pangsa pasar adalah informasi untuk memberi gambaran total penjualan dari suatu perusahaan terhadap segmen pasar tertentu.

 

Data yang tersaji biasanya menjadi tolok ukur perusahaan untuk menentukan sikap ketika menghadapi kompetitornya. Selain itu, data dari pangsa pasar juga bisa digunakan untuk sebuah acuan bagi perusahaan dalam melihat performa bisnisnya dan kualitas strateginya.

 

Cara menghitung pangsa pasar adalah jumlah penjualan perusahaan selama periode tertentu dan membaginya dengan total penjualan industri pada periode yang sama. Dengan adanya hitungan tersebut, perusahaan juga bisa mengerti sejauh mana produk mereka berhasil dalam menguasai pasar dibandingkan produk kompetitornya.

 

Pangsa pasar memiliki empat jenis, yaitu value market share, volume market share, revenue market share, dan customer market share. Value market share adalah penghitungan persentase yang berdasarkan total segmen penjualan. Artinya, perusahaan menghitung persentase berdasarkan capaian harga.

 

Kemudian ada volume market share, mengacu pada penghitungan jumlah total produk yang terjual di pasaran. Biasanya volume pangsa pasar lebih rendah dari nilai pangsa pasarnya. Sementara revenue market share, lebih fokus pada total uang yang dihasilkan dari penjualan produk yang perhitungannya berdasarkan pendapatan dan dibandingkan dengan kompetitor.

 

Biasanya untuk meningkatkan penjualan, perusahaan memutuskan untuk memperluas pangsa pasar. Namun bagaimana cara memperluasnya?

 

1. Memperkuat hubungan dengan konsumen

 

Ketika konsumen konsumen menyukai produk suatu perusahaan dan perusahaan tersebut berhasil melayani konsumen dengan baik, konsumen tersebut akan secara sukarela mempromosikan produk tersebut ke orang lain.

 

Bayangkan jika satu konsumen bisa mengajak lima temannya menggunakan produk tersebut, maka akan semakin banyak konsumen yang merasa puas dan produk tersebut akan terus mereka promosikan. Berawal dari satu konsumen, maka pasar yang dimiliki akan semakin luas.

 

2. Membuat berbagai inovasi

 

Konsumen biasanya tertarik dengan hal-hal baru. Oleh sebab itu, pihak perusahaan sebaiknya berani membuat inovasi baru dengan produknya untuk mendongkrak market share.

 
Dalam membuat inovasi, memang dibutuhkan keseriusan dan konsistensi pihak perusahaan. Perusahaan juga harus tahu produk dan layanan seperti apa yang diinginkan konsumen. Selain itu ketahui apakah inovasi yang diciptakan memenuhi permintaan konsumen atau tidak.

 

3. Membuat target

 

Penting untuk menentukan target agat paham produk yang dihasilkan akan menjurus ke kalangan tertentu. Hal tersebut bisa ditentukan berdasarkan kalangan, usia, jenis kelamin, atau orang dengan minat-minat tertentu.

 

Contohnya jika produk menargetkan Gen Z, perusahaan bisa menarik perhatian calon konsumen dengan memanfaatkan media sosial. Jika mereka tertarik, dengan sendirinya informasi tersebut akan tersebar luas.

 

4. Menargetkan daerah baru

 

Memasarkan produk ke daerah baru bisa jadi cara untuk memperluas market share. Namun, perusahaan harus melakukan riset yang mendalam terlebih dahulu agar produk yang akan dijual cocok dan menarik konsumen baru.

 

Pihak perusahaan bisa melakukan riset pasar untuk menentukan daerah yang akan dijadikan target pasar. Setelah menemukan target daerah yang berpotensi, maka perusahaan bisa menentukan lokasi strategis untuk memasarkan produk ke konsumen baru.

 

</p class="gs">

Mengenal Brand Positioning dan Strategi Penerapannya

Mampu membangun koneksi emosi merek di benak konsumen, brand positioning tak hanya bisa dilakukan perusahaan ternama, tapi juga para UMKM.

Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan atau pebisnis untuk menguatkan produknya di pasaran. Salah satu caranya adalah dengan melakukan brand positioning.

Brand positioning merupakan suatu upaya yang dijalankan oleh perusahaan atau pebisnis untuk menentukan posisi produknya, sehingga produk tersebut dikenali banyak orang dan brand awareness meningkat.

Agar penerapan brand positioning berjalan dengan baik, pihak perusahaan harus paham hal apa yang pantas ditonjolkan dari produknya. Pihak perusahaan harus sadar apa yang tidak dimiliki oleh kompetitor dengan produk yang serupa. Setelah itu, perusahaan bisa lanjut memasarkan kepada konsumen keunikan dan nilai produk yang ditawarkan.

Jika penerapannya baik dan benar, maka perusahaan bisa menikmati peningkatan penjualan produk. Bahkan perusahaan juga bisa meraih pasar baru.

Perlu diketahui juga bahwa brand positioning tidak hanya bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ternama, bahkan para UMKM yang baru merintis juga bisa menggunakan strategi tersebut untuk menjalankan bisnisnya.

Contoh brand positioning merek ternama adalah Tesla. Tesla memposisikan diri sebagai perusahaan yang menawarkan produk mobil listrik dengan teknologi canggih serta mengedepankan energi bersih dan ramah lingkungan.

Selain itu karena harganya yang lebih mahal dibanding merek lain, Tesla juga menargetkan konsumen yang bersedia membayar mahal untuk kendaraan listrik.

Tujuan diterapkannya brand positioning salah satunya untuk membangun koneksi emosi merek di benak konsumen. Dengan demikian, konsumen dapat memahami sebuah merek dengan cara tertentu.

Apa saja strategi yang bisa dilakukan untuk menentukan brand positioning?

1. Menentukan tujuan pasar

Agar segmentasi jelas dan paham siapa yang membutuhkan produknya, maka perusahaan harus menentukan tujuan pasar. Jika hal ini terlewatkan maka aktivitas pemasaran tidak memiliki tujuan dan posisi merek akan membingungkan.

Dengan memiliki segmentasi yang jelas, maka nantinya akan jelas juga konsumen yang mau membeli produk. Hal tersebut juga lebih mudah dibandingkan memasarkan produk ke pasar yang tidak spesifik.

2. Menganalisis kompetitor

Ketika mengetahui kekuatan dan kelemahan kompetitor, maka perusahaan akan lebih mudah memahami harus bagaimana akan menentukan posisinya.

Selain analisis kompetitor juga untuk mengetahui tren pasar dan manajemen tindakan untuk menghindari kesalahan. Semua kegiatan tersebut termasuk dalam kegiatan pemasaran.

3. Memahami keunikan produk sendiri

Perusahaan harus memahami apakah produk yang ditawarinya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang ditargetkan. Dengan demikian perusahaan juga paham apakah produknya memiliki relevansi terhadap konsumen.

Oleh sebab itu, usahakan pihak perusahaan bisa menawarkan sesuatu yang berbeda dan mampu menyampaikan pesan ke konsumen mengapa produknya harus jadi pilihan mereka.

4. Melakukan evaluasi

Evaluasi penting dilakukan agar perusahaan paham apakah strateginya sudah efektif atau belum. Jika masih ada kekurangan, maka perusahaan bisa melakukan perubahan dan memastikan merek miliknya bisa beradaptasi dengan perubahan pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Bahasa Iklan: Ciri-ciri, Tujuan Beserta Contohnya

Singkat dan jelas, bahasa iklan harus mampu menonjolkan bagian-bagian yang penting dan krusial pada suatu produk.

Iklan adalah salah satu media yang paling sering digunakan perusahaan untuk mengenalkan merek atau produknya. Karena memiliki tujuan agar konsumen mau membeli produk yang ditawarkan, dibutuhkan komunikasi khusus melalui bahasa iklan.

Bahasa pada iklan biasanya lebih mudah diingat dan bersifat persuasif.  Selain itu, terdapat kata-kata yang bersifat sugesti untuk memberi pengaruh atau pandangan terhadap konsumen.

Oleh sebab itu, bahasa biasanya dibuat sedemikian rupa yang membuat konsumen tidak sadar untuk mencoba dan membeli suatu produk atau jasa yang diiklankan.

Selain mengenalkan produk, bahasa juga sebagai media untuk menaikkan brand image dari suatu merek. Hal tersebut dikarenakan ketika suatu perusahaan mengeluarkan iklan dengan bahasa yang mereka tentukan, audiens akan paham bahwa itu adalah iklan yang perusahaan tersebut buat.

Bahasa juga bisa dijadikan sebagai cara untuk menaikkan kualitas dari produk yang diiklankan. Contohnya jika kalimat iklan yang dibuat unik, maka audiensnya akan terhibur dan menyeriusi informasi yang disajikan terkait produk yang diiklankan.

Jika ingin diterima dengan baik, bahasa pada iklan harus dibuat dengan singkat dan berpesan jelas. Tidak sekadar singkat, bahasa tetap harus mampu menonjolkan bagian-bagian yang penting dan krusial pada suatu produk.

Konsumen biasanya juga lebih menerima kata-kata positif agar lebih menjanjikan. Selain itu, kata-kata positif biasanya mampu menggugah hati konsumen karena mereka merasa lebih diberi solusi dan perhatian.

Jadi apa saja ciri-ciri bahasa iklan yang baik dan perlu diketahui?

1. Memiliki slogan khusus

Agar memiliki ciri khas, perusahaan biasanya membuat slogan khusus untuk produknya. Biasanya slogan dibuat hanya dengan menggunakan kalimat pendek dan sederhana, bahkan tidak lebih dari lima kata.

Contohnya, 'Indomie seleraku' yang hingga kini slogannya begitu menempel di pikiran konsumen selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, pemilihan kata dan penyusunan kalimat pada slogan sangat penting dan harus kreatif, agar tidak lekang oleh waktu.

2. Berlebihan atau hiperbola

Hiperbola adalah kiasan yang dilebih-lebihkan. Hal tersebut untuk menonjolkan kesan yang ingin disampaikan oleh pemberi kiasan. Contohnya ketika ada iklan produk kecantikan yang menampilkan orang-orang terpesona hingga tidak bisa memalingkan wajahnya kemudian ada kalimat 'cantik bak bidadari.'

3. Informatif

Tidak hanya menarik, bahasa yang digunakan pada iklan juga harus informatif. Iklan yang ditampilkan harus bisa memberi informasi kepada audiens tentang produk atau layanan yang ditawarkan tanpa membuat mereka kebingungan.

Agar informatif, pesan yang ingin disampaikan pada iklan harus to the point. Jangan sampai bahasa pada iklan tersebut dibuat terlalu berbelit-belit.

Iklan yang menarik juga biasanya menggunakan bahasa dengan subjek orang pertama tunggal atau jamak, seperti saya, kamu, aku dan kami. Hal tersebut bertujuan untuk mengganti pihak merek atau instansi pemasang iklan.

Scroll to Top
Buka obrolan
Butuh bantuan?
Hallo, ada yang bisa kami bantu?