Branding The Nation

Devis Advertising boasts an expansive nationwide presence, curating a portfolio of more than 1.000 strategically located

outdoor media assets, each designed to capture attention, that blanket the entire Indonesian landscape.

Apa Itu Augmented Reality dalam Dunia Marketing

Seiring berkembangnya teknologi, banyak hal yang bisa dilakukan dengan teknologi yang didesain secanggih mungkin, salah satunya adalah augmented reality (AR).

Augmented reality adalah teknologi yang menggabungkan objek dunia nyata atau sungguhan dan dunia virtual. Gambarannya seperti ini; objek virtual tampil di atas realita fisik yang mana memberikan pengalaman unik bagi penggunanya.

Teknologi augmented reality bisa diterapkan pada smartphone, tablet, atau kacamata khusus. Melalui perangkat tersebut, nantinya pengguna melihat objek virtual yang begitu nyata, bahkan melampaui dunia digital.

Contoh pemanfaatan augmented reality salah satunya adalah pada game bernama Pokemon Go. Ketika bermain game tersebut, pengguna memiliki misi mencari dan menangkap Pokemon menggunakan kamera smartphone.

Selain itu, teknologi tersebut juga tersedia pada media sosial Instagram. Pada Instagram Story, terdapat banyak pilihan filter yang mana ini adalah pemanfaatan AR. Teknologi AR memungkinkan untuk membaca wajah pengguna dan menambahkan unsur digital. Misalnya, penambahan efek telinga anjing lucu atau bibir merah pada jepretan selfie pengguna.

Bagaimana cara kerja augmented reality?

Pertama, perangkat akan mengidentifikasi lingkungan sekitar pengguna. Perangkat tersebut kemudian mengumpulkan informasi lewat kamera dan sensor. Informasi tersebut kemudian dikirim ke software untuk diproses. Kemudian, data yang dikirimkan ke software tersebut akan digunakan untuk menentukan lokasi di mana objek virtual akan dimunculkan.

Setelah informasi berhasil diolah, informasi tersebut akan ditampilkan di perangkat output seperti smartphone, tablet, kacamata, PC, dan lain-lain.

Pemanfaatan di dunia pemasaran 

Augmented reality dimanfaatkan di berbagai bidang, salah satunya dalam pemasaran. Teknologi tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat iklan produk yang lebih interaktif terhadap audiens.

Dengan teknologi ini, audiens dapat mencoba produk secara virtual sebelum melakukan pembelian. Contohnya, teknologi AR dimanfaatkan brand kecantikan agar audiens bisa mencoba shade atau warna bedak yang cocok pada wajahnya tanpa harus mencobanya langsung.

Artinya, teknologi AR dapat menyampaikan warna bedak dari brand kecantikan tersebut kepada pelanggan tanpa membuat konsumen repot.  Hal tersebut membangun hubungan antara konsumen dan produk.

Pemanfaatan teknologi ini pun membuat promosi produk terlihat lebih menarik. Hal tersebut tentunya menarik banyak perhatian konsumen bahkan bisa mendorong mereka untuk membeli produk yang diiklankan tersebut.

Keuntungan lain yang bisa didapatkan oleh suatu perusahaan yang memanfaatkan teknologi AR adalah meningkatkan daya saing bisnis terhadap kompetitornya. Bukan hal asing bahwa banyak pebisnis bersaing untuk menarik perhatian konsumen untuk meningkatkan profit.

Teknologi AR juga dapat memberikan engagement antara perusahaan dan konsumen. Selain itu, teknologi ini juga memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi para konsumen yang membuat produk atau brand tersebut menjadi spesial di hati para konsumen.

Sukseskan Campaign dengan Strategi Marketing 360

Strategi marketing 360 menjadi salah satu strategi yang terbilang ampuh dalam memasarkan produk atau layanan jasa.

Strategi marketing 360 merupakan kegiatan pemasaran dengan cara menyebarkan pesan yang sama namun lewat saluran atau media yang berbeda-beda.

Banyak perusahaan memiliki tujuannya masing-masing ketika memutuskan untuk menerapkan strategi marketing 360. Ada perusahaan yang menerapkan strategi ini untuk membangun brand image, memasarkan produk baru, bahkan melakukan rebranding terhadap produknya.

Setiap saluran memang memiliki audiens dengan karakteristik yang berbeda-beda. Meski demikian, pesan yang disampaikan memiliki inti yang sama.

Hal yang paling penting ketika menerapkan strategi marketing 360 adalah perusahaan bisa memperkuat campaign secara online dan offline. Perusahaan bisa melakukan pemasaran lewat media seperti televisi, surat kabar, radio, media sosial, billboard dan sebagainya.

Sebagai contohnya, sebuah perusahaan memiliki produk makanan yang praktis dibawa ke mana-mana. Pihak perusahaan akan membuat iklan dengan pesan "makanan yang praktis dibawa ke mana-mana" dan menyebarkan ke berbagai saluran baik di Instagram, Facebook, televisi maupun billboard.

Jika dilakukan dengan benar, strategi marketing 360 ini akan sangat efektif, terutama untuk meningkatkan brand awareness. Hal tersebut dikarenakan pihak perusahaan benar-benar memanfaatkan semua saluran pemasarannya lewat online dan offline secara optimal.

Selain itu, lewat strategi marketing 360, perusahaan bisa memperkuat kepercayaan konsumennya. Ketika pihak perusahaan memperkuat pemasarannya lewat online dan offline, maka otomatis konsumen akan terus merasakan keberadaan brand perusahaan tersebut, sehingga rasa penasaran mereka terhadap brand tersebut juga akan terus muncul.

Strategi marketing ini juga bisa menjangkau pelanggan lebih luas dan tertarget. Karena lagi-lagi, strategi marketing yang satu ini dapat mengandalkan media iklan baik billboard, poster, televisi bahkan media sosial, yang mana dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat.

Berikut manfaat strategi marketing 360 yang perlu diketahui;

1. Memaksimalkan produk perusahaan

Strategi marketing ini memaksimalkan kembali produk atau layanan jasa yang masih kurang mendapatkan perhatian dari konsumen. Dengan demikian, strategi ini juga dapat menaikkan performa penjualan produk yang sebelumnga tidak maksimal.

Hal tersebut dikarenakan strategi marketing ini dapat mendorong kesadaran konsumen terhadap produk atau layanan jasa dari perusahaan tersebut dan bisa memaksimalkan penjualan.

2. Strategi yang lebih komprehensif

Strategi marketing ini disebut-sebut lebih komprehensif. Mengapa demikian? Ketika perusahaan menggunakan banyak salurannya ketika melakukan marketing, artinya mereka berusaha menjangkau sebanyak-banyaknya audiens.

Ketika banyak audiens menerima pesan brand, hal tersebut memberi potensi meningkatnya pesan yang diterima langsung oleh audiens yang telah disasar sebelumnya.

3. Membantu memahami perilaku konsumen

Karena strategi marketing ini memanfaatkan banyak saluran, maka pihak perusahaan bisa dengan mudah mendapatkan masukan mengenai perilaku konsumen. Dengan mengetahui perilaku konsumen, maka ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh pihak perusahaan.

Misalnya, ketika pihak perusahaan sudah memahami perilaku konsumen, maka perusahaan bisa menilai apakah strategi marketing yang dilakukan sudah efektif. Jika belum efektif, pihak perusahaan bisa melakukan evaluasi strategi dan memperbaikinya.

Mengenal Marketing 5.0, Konsep Pemasaran Baru untuk Bisnis

Seiring berkembangnya tren pemasaran, penawaran konsep pun semakin beragam, salah satunya adalah konsep marketing 5.0.

Marketing 5.0 merupakan konsep pemasaran yang fokus menggabungkan teknologi digital dengan pengalaman manusia secara lebih mendalam. Dengan konsep ini, manusia menjadi tolok ukur dan fokus utama.

Dengan konsep marketing 5.0, kegiatan pemasaran melibatkan Internet of Things (IoT) dan blockchain, namun tetap berfokus pada pemasaran yang keberlanjutan dan interaksi sosial. Pengalaman konsumen sangat penting dalam penerapan konsep pemasaran ini.

Keberhasilan dalam menerapkan konsep pemasaran ini tergantung pada keseimbangan antara manusia dan teknologi yang digunakan. Bisa dibilang, hadirnya Marketing 5.0 memberikan jalan tengah bagi perkembangan teknologi yang semakin besar, namun tidak meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

Contoh penerapan Marketing 5.0 bisa dilihat pada bisnis makanan. Saat ini tersedia layanan seperti GoFood, GrabFood atau ShopeeFood, yang mana lewat aplikasi tersebut pengguna bisa mencari makanan yang ia inginkan hanya dengan memasukkan kata kunci di pencarian.

Mengintegrasikan kecerdasan buatan, konsep pemasaran ini juga memungkinkan personalisasi dalam komunikasi pemasaran. Perusahaan bisa mengumpulkan data pelanggan dan menganalisisnya untuk menampilkan konten relevan dan pesan produk yang disampaikan bisa disesuaikan, meningkatkan efektivitas iklan.

Dengan Marketing 5.0, konsumen terlibat lebih aktif karena tidak pasif hanya menerima pesan, tetapi juga berpartisipasi dalam memberikan feedback, bahkan bisa jadi bagian dari brand community. Hal ini juga menciptakan hubungan yang lebih kuat antara konsumen dan perusahaan.

Penerapan konsep ini juga memudahkan perusahaan ketika menghadapi perubahan pasar. Dengan melakukan monitoring, perusahaan dapat merespons perubahan secara cepat, fleksibel dan efisien.

Selain itu, penerapan konsep ini juga membuat perusahaan dapat menyesuaikan strategi pemasaran secara proaktif, mengoptimalkan iklan yang dimunculkan, dan menjawab tren pasar yang terus berkembang.

Analisis data yang dilakukan dalam penerapan konsep marketing tersebut juga membuat perusahaan memiliki wawasan lebih mendalam terkait perilaku pelanggan, efektivitas iklan, dan tren pasar. Keadaan ini juga memungkinkan perusahaan mengoptimalkan strategi pemasaran yang lebih tepat.

Bagaimana cara menerapkan marketing 5.0 lebih tepat?

Beberapa hal harus dilakukan agar penerapan konsep marketing tersebut memberikan hasil yang memuaskan. Pertama, pihak perusahaan harus menganalisis kebutuhan dan perilaku konsumen. Analisis dilakukan dengan data yang akurat dan bisa saja menggunakan teknologi yang canggih.

Kebutuhan konsumen juga bisa dilihat dari testimoni yang mereka tinggalkan. Oleh sebab itu, perusahaan pemilik bisnis harus menyediakan fasilitas untuk konsumen agar mereka bisa memberi ulasan dan feedback.

Selain itu, banyak konsumen saat ini memiliki komitmen terhadap pemasaran memiliki nilai tanggung jawab sosial. Oleh sebab itu, perusahaan juga perlu mengadakan pemasaran yang bersifat berkelanjutan yang akan menunjang jalannya proses pemasaran.

Terakhir, agar data yang dimiliki selalu relevan dan sesuai pasar, lakukan analisis analisis secara terus-menerus. Hal tersebut juga bertujuan strategi pemasaran yang dimiliki perusahaan tetap efektif ketika diterapkan.

Digital Marketing, Strategi Memperluas Jangkauan Audiens

Tak hanya menguntungkan para pelaku bisnis, digital marketing juga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi suatu negara.  

 

Seiring perkembangan teknologi, tren periklanan pun kini mulai beralih ke digital marketing atau pemasaran digital. Di mana kegiatan promosi tak lagi dilakukan secara konvensional melainkan menggunakan media digital.

 

Metode ini memberikan berbagai keuntungan, terutama dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Bahkan iklan tak hanya dapat dilihat oleh target audiens di dalam negeri saja tapi hingga ke penjuru dunia, sehingga membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi pelaku usaha.

 

Menurut Gratner’s Digital Marketing Spend Report, memasarkan produk menggunakan cara digital dapat menghemat anggaran hingga 40%. Strategi iklan ini pun dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan iklan konvensional.

 

Selain itu, digital marketing juga lebih terukur karena dapat diilihat secara realtime. Transformasi tersebut membuat konsep pemasaran ini kian masif digunakan para pelaku bisnis agar brand mereka semakin terkenal, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

 

Di sisi lain, upaya ini juga bisa membangun kedekatan hubungan dengan konsumen. Perusahaan dapat melakukan interaksi secara langsung dengan konsumen terkait testimoni produk yang ditawarkan. Hal ini sekaligus memudahkan perusahaan dalam melihat respon pasar pasca peluncurkan produk.

 

Tak hanya menguntungkan para pelaku bisnis, digital marketing juga berdampak positif pada negara seperti pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya serapan jumlah tenaga kerja.

 

Iklan digital dinilai memegang peranan penting, bahkan hasil survei Nielsen Indonesia pada 2019 menyebut bahwa  total belanja iklan digital di Indonesia mencapai Rp13,3 triliun. Angka fantastis tersebut jelas memberikan prospek baru bagi industri periklanan Indonesia.

 

Berikut berbagai kategori digital marketing yang wajib diperhatikan agar memberikan hasil maksimal:

 

1. Search Engine Optimization (SEO)

 

Search Engine Optimization merupakan upaya untuk mengoptimalkan agar website memiliki peringkat bagus saat ditelusuri Google. Semakin bagus peringkatnya, maka semkin mudah website akan ditemukan oleh konsumen yang mencari produk atau jasa yang diinginkan.

 

2.Search Engine Marketing (SEM)

 

Sama halnya dengan SEO, Search Engine Marketing merupakan cara untuk meningkatkan visibilitas website pada halaman hasil pencarian mesin telusur semacam Google (SERP).

 

3. Content Marketing

 

Sebelum mengoptimalkan website, hal yang penting dilakukan adalah membuat content marketing yang unik dan menarik agar bisa mencuri perhatian audiens. Konten yang dibuat juga tak boleh sembarangan karena harus sesuai target audiens dan produk yang ditawarkan.

 

4. Social Media Marketing

 

Sosial Media Marketing menjadi salah satu strategi untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara online dengan konsumen. Pengguna media sosial yang terus meningkat setiap tahunnya seakan membuka peluang besar pada brand untuk semakin dikenal masyarakat. Adapun media sosial yang bisa digunakan adalah Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, Whatsapp.

 

5. Iklan di Internet

 

Selain menggunakan keempat kategori di atas, cara lain yang bisa dilakukan yakni dengan beriklan di internet, salah satunya dengan Pay Per Click (PPC), ini merupakan salah satu metode beriklan berbayar di internet yang paling populer. Pelaku usaha hanya membayar jika ada yang klik iklannya saja. Biaya ini pun dinilai jauh lebih terjangkau dibandingkan dnegan memasang iklan konvensional. 

 

Selain PPC, pebisnis juga bisa menggunakan Pay Per Impression (PPM), yaitu pengiklan akan membayar per kemunculan (biasanya per 1.000 kali kemunculan). Iklan di internet ini juga penting dilakukan untuk melakukan percepatan dalam promosi produk maupun bisnis tertentu.         

 

Pentingnya Manajemen Bisnis dalam Pengembangan Usaha

Manajemen bisnis merupakan aspek krusial yang wajib diperhatikan agar perusahaan mampu menghadapi berbagai tantangan.   

 

Dapat meningkatkan performa perusahaan, manajemen bisnis menjadi faktor yang harus dilibatkan dalam strategi pemasaran. Dengan kata lain, manajamen bisnis adalah sebuah perencanaan, pengelolaan hingga pengawasan suatu usaha.

 

Secara esensial, manajemen bisnis merupakan suatu proses yang mengatur sumber daya dalam sebuah organisasi, termasuk manusia, uang, dan material, demi mencapai tujuan tertentu. Proses ini dinilai penting lantaran mampu menciptakan kesuksesan bisnis di masa depan.

 

Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam manajemen suatu bisnis yaitu mengoptimalisasi sumber daya, pencapaian tujuan, peningkatan kinerja, dan adapatasi terhadap perubahan seperti regulasi, teknologi, dll.

 

Berikut sederet fungsi manajemen bisnis

 

1. Perencanaan

 

Perencanaan yang baik dan akan membuat usaha terus berkembang, sebab itu perencanaan biasanya menjadi tahapan pertama yang harus dilakukan oleh pebisnis. Melalui perencanaan yang baik maka aktivitas pemasaran juga akan lebih terarah dan terukur.

 

2. Pengelompokan

 

Langkah ini merupakan proses pembagian divisi sesuai keahlian sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan . Pengelompokan yang dilakukan akan mempermudah pekerjaan sehingga teroganisasi dengan baik dan tidak saling tumpang tindih tugas.

 

3. Sumber daya

 

Dengan memahami sumber daya yang memiliki, maka perusahaan akan lebih yakin dalam memberikan keputusan terkiat potensi apa yang akan dikembangkan .

 

4. Pengaturan

 

Adapun fungsi selanjutanya dari manajemen bisnis adalah pengaturan yang dapat mempermudah kinerja karyawan sehingga performa akan meningkat. Dalam hal ini, pengaturan dalam manajemen juga diperlukan untuk menentukan reward and punishment bagi sumber daya.

 

5. Pengawasan

 


Manajemen juga berperan besar pada bentuk pengawasan. Sehingga perusahaan bisa mengetahui secara detail potensi apa yang kurang terkesplore dan target apa saja yang sudah tercapai atau perlu ditingkatkan.

 

Seperti diketahui, pengawasan penting dilakukan agar perusahaan bisa segera mengatur strategi baru ketika capaian bisnis jauh dari target yang diinginkan.

 

Pengunaan data

 

Namun agar manajemen yang dilakukan memberikan hasil maksimal, ada baiknya perusahaan juga perlu memanfaatkan berbagai data seperti data pelanggan, data penjualan, data operasional, serta data keuangan. 

 

Dengan mengombinasikan berbagai data tersebut, maka pada masa yang akan datang perusahaan akan membuat keputusan yang jauh lebih tepat dan cermat dalam berinvestasi maupun dalam menyusun strategi pemasaran.

 

Manajemen dalam bisnis memang merupakan aspek krusial yang wajib diperhatikan, agar perusahaan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama meski berbagai tantangan bisnis silih berganti dari masa ke masa.

 

Mengapa Call to Action Penting dalam Dunia Marketing?

Jadi kunci keberhasilan bisnis, ini beberapa jenis Call to Action yang bisa digunakan dalam dunia pemasaran.  

 

Call to Action (CTA) merupakan bagian dari strategy marketing berupa suatu gambar, tulisan, atau ucapan yang mendorong audiens untuk mengunjungi website, media sosial dan toko offline untuk melakukan transaksi pembelian.

 

Tujuan utama Call to Action yakni untuk meningkatkan penjualan. Tak heran, cara ini kerap disebut sebagai kunci keberhasilan bisnis, karena CTA juga bisa menganalisis perilaku konsumen sehingga perusahaan bisa membuat strategi pemasaran yang lebih tepat.

 

Intinya, CTA lebih kepada kalimat "ajakan" agar konsumen tertarik untuk menghubungi lebih lanjut akun yang tertera dalam iklan, sebelum akhirnya membeli produk yang ditawarkan. Contohnya kalimat "Segera Buat Akun dan Dapatkan Voucher 50%” atau "Order Sekarang Juga".

 

Kalimat-kalimat yang mungkin sering kita jumpai itu seakan mencoba mengajak dan mempengaruhi konsumen untuk mengikuti alur yang dibuat oleh tim marketing. Meski kalimat tersebut marak kita lihat di berbagai platform media sosial, website brand, maupun media periklanan luar ruang, akan tetapi trik itu dinilai cukup efektif dan efisien.

 

Berbagai Jenis Call to Action

 

1. Social Interaction CTA

 

CTA interaksi sosial biasanya lebih mengarahkan audiens untuk berinteraksi lebih lanjut di media sosial, sehingga bisa berdampak positif pada peningkatan engagement. Secara tidak langsung, cara ini juga bisa meningkatkan jangkauan dan hubungan interaksi dengan calon konsumen.

 

Misalnya dengan membuat konten giveaway di media sosial, seperti "Follow, Like, dan Beri Komentar" atau "Share dan Tag Pengguna Lainnya"

 

2. Purchase CTA

 

Mendorong pengunjung untuk bertransaksi, CTA pembelian biasanya hadir pada e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dll. Kalimatnya pun harus menarik dan mampu membuat audiens yang melihatnya langsung tergugah untuk melakukan pembelian.

 

3. Registration CTA

 

Biasanya CTA pendaftaran digunakan untuk promosi layanan jasa, seperti jasa kursus bahasa inggris, bimbingan belajar, dan lainnya. Untuk menarik perhatian audiens, mereka biasanya akan mempersiapkan kalimat ajakan yang bisa mempemudah pendaftaran, contohnya "Daftar Sekarang".

 

4. CTA dalam iklan Out of Home (OOH)

 

Tak hanya pada digital marketing, CTA juga kerap digunakan dalam periklanan luar ruang (OOH). Papan reklame yang terpasang di pinggir jalan atau gedung tinggi biasanya akan mencantumkan QR, no telp, hingga akun media sosial perusahaan agar audiens bisa menghubungi langsung kontak tersebut ketika tertarik pada produk yang dipromosikan.

 

Cara ini juga terbilang efektif karena memadukan media periklanan luar ruang dengan digital media yang membuat strategi pemasaran semakin optimal dan komprehensif.

 

Cara membuat CTA

 

Langkah pertama yang harus dilekaukan ketika membuat CTA adalah penggunaan bahasa yang singkat namun menarik perhatian. Di sisi lain, desain juga harus terlihat menonjol agar membuat mata audiens langsung tertuju pada kalimat ajakan tersebut. Terakhir adalah penempatan CTA harus pada posisi yang pas ketika dipasang dalam media periklanan.

 

5 Cara Menawarkan Produk Secara Efektif kepada Konsumen

Selain mengoptimalkan media periklanan dan media sosial, ini cara menawarkan produk paling efektif yang wajib Anda ketahui.  

 

Strategi pemasaran merupakan salah satu indikator penting dalam penjualan produk. Oleh karena itu, perusahaan maupun pebisnis wajib mengetahui cara menawarkan produk secara efektif dan kreatif kepada konsumen agar target penjualan bisa tercapai.

 

Pebisnis juga harus memahami langkah-langkah apa saja yang harus diambil oleh perusahaan agar produk bisa memikat konsumen dan laris dipasaran. Lalu, bagaimana cara menawarkan produk secara efektif dan kreatif kepada konsumen? berikut tips dan trik yang bisa Anda lakukan.

 

1. Menentukan target audiens

 

Sebelum melakukan pemasaran produk, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengenal terlebih dahulu siapa target audiens yang dituju. Dengan mengenal target audiens, artinya Anda mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

 

Cara ini bisa dilakukan dengan riset maupun survei secara langsung. Ketika target audiens sudah ditentukan, maka strategi pemasaran pun akan lebih terarah dan terukur, sehingga produk yang ditawarkan pun bisa lebih tepat sasaran.

 

2. Membuat konten promosi yang menarik

 

Setelah mengenal target dan karakteristik audiens, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membuat konten promosi yang menarik. Dalam hal ini, Anda harus bisa menyesuaikan isi konten yang relevan dengan kehidupan target audiens.

 

Misalnya saja jika target audiens adalah generasi Z, maka cobalah buat konten promosi dengan tutur bahasa yang unik dan kekinian, yang memang diminati oleh generasi tersebut. Sehingga mereka pun merasa memiliki kedekatan hubungan emosional dengan produk yang ditawarkan.

 

3. Memilih media periklanan yang tepat

 

Dunia periklanan saat ini semakin canggih dan modern, salah satunya melalui videotron. Media promosi yang banyak diminati oleh generasi muda ini memang kerap mencuri perhatian.

 

Selain kreatif dan menarik, videotron juga menampilkan iklan video yang mampu memanjakan mata audiens. Pebisnis pun bisa memanfaatkan ini sebagai peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas agar brand awareness pun bisa ikut meningkat. Media periklanan juga dikenal ampuh dalam mendorong penjualan lebih optimal.

 

4. Mengoptimalkan media sosial

 

Selain website, setiap perusahaan nampaknya wajib memiliki media sosial agar bisa beradaptasi dengan tren pemasaran saat ini. Pasalnya, media sosial bisa membangun hubungan kedekatan antara brand dengan konsumen.

 

Cobalah buat konten seputar tips dan trik di Instagram, Facebook, TikTok dan platform lainnya agar bisa membuat audiens tertarik. Bahkan, Anda juga bisa sesekali memberikan giveaway atau diskon bagi audiens agar mereka semakin antusias dengan produk yang ditawarkan.

 

5. Endorsement dengan menggunakan jasa influencer

 

Cara menawarkan produk ini mungkin bisa mengoptimalkan upaya perusahaan dalam menawarkan produk kepada konsumen. Endorsement dengan menggunakan jasa influencer nampaknya kini bisa menjadi cara jitu dalam menggaet konsumen.

 

Strategi ini bahkan cukup berdampak signifikan dalam mempengaruhi perilaku audiens, di mana mereka biasanya akan mengikuti idolanya di media sosial dan ikut menggunakan produk yang di pakai oleh influencer tersebut.  Namun pemilihan influencer tak bisa sembarangan, Anda harus memilih seseorang yang memang relevan dengan produk yang ditawarkan agar target audiens bisa lebih tepat sasaran.

 

Mengenal Cross Selling, Taktik untuk Meningkatkan Omzet Bisnis

Bisa hasilkan lebih banyak cuan, yuk kenalan dengan cross selling yang kerap menjadi strategi para pebisnis.

 

Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan pun harus memiliki strategi bisnis yang tepat agar bisa meraup keuntungan. Salah satunya cross selling, yakni strategi marketing yang digunakan untuk meningkatkan penjualan.

 

Cross selling adalah sebuah konsep penjualan yang dapat mengajak konsumen untuk membeli produk lebih dari satu, atau pengertian singkatnya adalah konsumen melakukan pembelian tambahan.

 

Contoh sederhananya ketika konsumen membeli produk makanan dan melakukan transaksi pembayaran, kasir akan menawarkan produk lainnya untuk membuat konsumen tertarik dan membeli produk tambahan yang ditawarkan tersebut.

 

Jika upaya kasir itu membuat konsumen membeli produk tambahan, artinya strategi yang dilakukan cukup berhasil dan efektif. Namun ketika membahas cross selling, biasanya kita juga akan mendengar praktik up selling yang kerap dianggap sama, namun keduanya ternyata berbeda.

 

Mengenal lebih dalam strategi cross selling

 

Penting untuk diketahui, cross selling adalah teknik penjualan agar konsumen tertarik membeli produk lebih banyak, sedangkan up selling adalah teknik penjualan dengan menawarkan produk terbaru kepada konsumen, di mana produk tersebut memiliki value yang lebih tinggi alias premium.

 

Meski keduanya berbeda, namun saling berhubungan dan sama-sama memiliki tujuan dalam meningkatkan omzet penjualan. Di sisi lain, cross selling harus memiliki analisis yang tinggi dalam mengenal dan memahami kebutuhan konsumen maupun calon konsumen.

 

Dalam hal ini, perusahaan atau pelaku bisnis harus benar-benar memahami target pasar mereka agar strategi yang dilakukan bisa tepat sasaran. Dengan menawarkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen, maka secara tidak langsung hal itu juga ikut membangun hubungan kedekatan antara konsumen dan produk yang digunakan.

 

Cara ini pun tak hanya mampu meningkatkan penjualan tapi juga membuat mereka memutuskan menjadi konsumen setia produk Anda.

 

Manfaat cross selling pada bisnis

 

1. Meningkatkan omzet perusahaan

 

Salah satu manfaat yang paling dirasakan perusahaan dalam strategi ini jelas adalah meningkatnya pendapatan perusahaan karena produk yang terjual lebih cepat dan lebih banyak.

 

2. Meningkatkan kesetiaan konsumen

 

Strategi ini ternyata berdampak signifikan pada loyalitas konsumen seiring dengan meningkatkan kepercayaan mereka terhadap produk yang ditawarkan. Pemahaman pengetahuan mengenai produk tambahan yang relevan dengan kebutuhan mereka membuat konsumen lebih percaya dan memutuskan untuk loyal terhadap produk tersebut.

 

3. Mengoptimalkan nilai transaksi

 

Faktanya, taktik ini cukup ampuh dalam memaksimalkan nilai transaksi, di mana dalam satu kesempatan, konsumen bisa membeli lebih banyak produk.

 

4. Lebih efisien

 

Tak hanya memberikan peluang lebih besar dalam hal penjualan, strategi ini juga dapat membuat operasional perusahaan lebih efisien karena bisa menekan biaya pemasaran.

 

Perlukah Menggunakan Brand Ambassador dalam Bisnis Produk?

Punya peranan penting dalam pengembangan bisnis, ini keuntungan menggunakan brand ambassador dalam promosi produk.

 

Melihat tren pemasaran saat ini, banyak pelaku bisnis memilih untuk menggunakan brand ambassador (BA) dalam mempromosikan produk. Bahkan banyak perusahaan terkesan berlomba-lomba memilih artis, tokoh, maupun influencer terbaik untuk menjadi BA mereka.

 

Ya, brand ambassador atau duta merek memang memiliki peran penting dalam marketing campaign agar dapat menarik konsumen dan membuat produk laris di pasaran. Di sisi lain, mereka juga tak hanya membuat orang ingin mencoba produk baru, tapi juga membangun image brand dalam skala mikro maupun makro.

 

BA biasanya dipilih dari kalangan orang yang mampu mempengaruhi masyarakat sehingga berdampak positif dan signifikan pada penjualan. Oleh karena itu, pebisnis tak bisa sembarangan dalam memilih duta merek, karena harus relevan dengan produk yang ditawarkan.

 

Misalnya saja untuk brand hijab, maka pilihlah artis atau influencer yang memang dikenal sebagai muslimah yang berhijab agar target pasar dapat tercapai. Begitu pun ketika memilih duta merek untuk produk olahraga maka Anda bisa memilih atlet atau artis yang memang penggiat olahraga untuk menjadi BA.

 

Namun dalam kasus lain, Anda dapat memilih selebrita papan atas yang sedang merajai industri hiburan, dengan catatan tetap disesuaikan dengan produk yang akan dipromosikan.

 

Manfaat penggunaan brand ambassador

 

1. Meningkatkan brand awareness

 

Salah satu manfaat besar menggunakan BA adalah meningkatnya brand awareness atau kesadaran merek. Terlebih jika BA merupakan sosok artis ternama, maka hal itu akan sangat mudah mempengaruhi para pengikutnya untuk mengikuti apa yang dilakukan idolanya.

 

2. Memperluas jangkauan konsumen

 

BA sangat berperan dalam memperluas jangkauan konsumen. Selain akan dilibatkan dalam konten periklanan luar ruang atau Out of Home seperti billboard dan videotron yang terpampang di pinggir jalan dan beberapa lokasi terbaik, BA juga akan memaksimalkan jangkauan konsumen melalui media sosial mereka dengan terus mempromosikan produk.

 

Seperti diketahui, media sosial kini menjadi salah satu alat promosi andalan para pebisnis karena lebih cepat menjangkau audiens. Media sosial juga membuat hubungan dengan konsumen lebih interaktif sehingga mendorong pembelian yang lebih tinggi.

 

3. Meningkatkan kepercayaan konsumen

 

BA akan berupaya memberikan testimoni positif dan memberikan rekomendasi suatu produk untuk digunakan secara berulang-ulang. Hal ini membuat tingkat kepercayaan konsumen pun meningkat dan yakin bahwa produk yang ditawarkan berkualitas.

 

Misalnya saja, Zaskia Sungkar yang menjadi brand ambassador produk Le Mineral. Produk minuman ini pun kini bisa dibilang sudah semakin dikenal dan dipercaya masyarakat, bahkan tak kalah dari kompetitornya terdahulu.

 

4. Meningkatkan penjualan

 

Ketika kesadaran merek dan kepercayaan konsumen meningkat, ditambah jangkauan audiens semakin luas, maka secara otomatis angka penjualan pun akan meningkat signifikan. BA juga membantu membangun citra positif brand yang bisa membuat produk bertahan lebih lama di pasaran.

 

Pada intinya, menggunakan BA tergantung pada kebutuhan masing-masing perusahaan. Namun jika melihat manfaatnya dalam pengembangan bisnis, maka menggunakan brand ambassador sangatlah dianjurkan. 

 

Rekomendasi Media Promosi Paling Efektif untuk Pemasaran

Rekomendasi media promosi yang efektif dalam meningkatkan bisnis, benarkah salah satunya melalui media sosial?

 

Banyaknya jenis media promosi terkadang membuat pebisnis sulit dalam menentukan pilihan. Padahal media promosi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan brand awareness sekaligus meningkatkan pendapatan bisnis.

 

Pada dasarnya, media promosi terbagi dua, yakni secara offline dan online. Adapun contoh untuk media oflline antara lain mencakup media luar ruang seperti billboard, baliho, videotron atau papan reklame yang biasa dipasang di pinggir jalan, gedung tinggi, pusat kota, dan lainnya. Sementara untuk media online mencakup layanan digital seperti media sosial, website, maupun email marketing. 

 

Meski perkembangan dunia digital begitu pesat, namun hal itu tidak mempengaruhi peran Out of Home (OOH) Advertising atau periklanan luar ruang, karena hingga saat ini outdoor advertising masih menjadi favorit dan andalan para pebisnis dalam mempromosikan produk dan layanan mereka.

 

Berikut beberapa rekomendasi media promosi paling efektif secara online dan offline.

 

Media promosi online

 

1. Situs website

 

Kecanggihan dunia digital memang mengubah perilaku konsumen dalam membeli suatu produk. Jika dahulu mereka harus mengunjungi toko secara langsung, namun kini mereka cukup melakukan riset atau mengunjungi situs website dengan mengetik keyword produk yang diiinginkan.

 

Oleh karenanya, dalam hal ini perusahaan juga harus memaksimalkan Search Engine Optimization (SEO) agar website berjalan optimal dan semakin banyak dijumpai oleh para calon konsumen maupun konsumen tetap. Bahkan, kini banyak website suatu perusahaan yang tak hanya memberikan informasi tapi juga memberikan kemudahan layanan transaksi bagi konsumen.

 

2. Media sosial

 

Media sosial nampaknya kini menjadi primadona yang paling digemari masyarakat di seluruh Tanah Air. Selain dilengkapi dengan audio, visual, video dan lainnya, platform ini juga ternyata menjadi salah satu strategi ampuh dalam memasarkan suatu produk.

 

Dengan konten iklan yang unik, biasanya calon konsumen akan tertarik dan secara otomatis mereka akan mengunjungi akun resmi perusahaan tersebut untuk mengetahui lebih lanjut terkait jenis-jenis produk yang ditawarkan.

 

Di sinilah, pebisnis harus melihat peluang besar tersebut dengan meningkatkan interaksi dengan konsumen potensial. Yakni bisa mengadakan giveaway agar lebih menarik banyak konsumen, baik itu di Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn. Selain melalui postingan konten di media sosial, pebisnis juga bisa mengoptimalkannya melalui layanan iklan berbayar seperti Facebook Ads, Google Ads, dan lainnya.

 

3. Email marketing

 

Menjaring konsumen potensial dengan rutin mengirim newsletter melalui email marketing penting dilakukan agar bisa membangun database email yang valid. Upaya ini masih dinilai sebagai cara efektif dalam mempromosikan produk agar lebih tepat sasaran.

 

Media promosi offline

 

1. Billboard

 


Billboard merupakan salah satu media periklanan luar ruang berupa papan reklame berukuran besar yang biasa dipasang di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, pinggir jalan, pusat perkantoran, dan lainnya. 

 

Selain ampuh meningkatkan visibilitas, billboard juga masih dinilai efektif dalam mengenalkan suatu produk kepada khalayak luas. Bahkan media luar ruang ini juga mampu membangun citra perusahaan secara positif.

 

2. Vehicle advertising

 

Pemasangan iklan di kendaraan atau transportasi umum kini menjadi salah satu terobosan yang dilakukan banyak perusahaan. Pasalnya, pengguna transportasi umum seperti bus, kereta api, atau pesawat bisa mencapai puluhan ribu orang per harinya bisa mempermudah suatu produk dikenal audiens.

 

Asalkan produk yang diiklankan harus relevan dengan kebutuhan audiens. Misalnya saja iklan air mineral, makanan ringan, dan lainnya yang sekiranya memang kerap dipakai atau dikonsumsi oleh para pengguna transportasi umum.

 

Scroll to Top
Buka obrolan
Butuh bantuan?
Hallo, ada yang bisa kami bantu?